<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3729607006258664080</id><updated>2012-02-16T04:32:07.816-08:00</updated><title type='text'>Mc. Ekballl's Blogz</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mc. Ekballl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04051344263331539968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_DXppr1tDD4s/SXAmvEe1yTI/AAAAAAAAAAM/yzj-WDnkCYU/S220/1139595073_picsSasuke.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3729607006258664080.post-134055458478996741</id><published>2009-01-17T01:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T01:35:37.578-08:00</updated><title type='text'>Melacak Peradaban Atlantis</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Daratan yang Hilang Ditelan Masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda yang berkisah tentang "Atlantis", pertama kali&lt;br /&gt;ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno: Dua buah&lt;br /&gt;catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias&lt;br /&gt;dan Timaeus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku Timaeus, Plato berkisah: Di hadapan "Selat&lt;br /&gt;Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat&lt;br /&gt;besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,&lt;br /&gt;di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan&lt;br /&gt;yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan&lt;br /&gt;Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan&lt;br /&gt;perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan&lt;br /&gt;Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir,&lt;br /&gt;tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di&lt;br /&gt;dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban&lt;br /&gt;tinggi, lenyap dalam semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda, yang mendirikan kerajaan Atlantis&lt;br /&gt;adalah dewa laut Poseidon. Di atas sebuah pulau, ada&lt;br /&gt;seorang gadis muda yang kedua orang tuanya meninggal,&lt;br /&gt;Poseidon memperistri gadis muda itu dan melahirkan&lt;br /&gt;lima anak kembar, kemudian Poseidon membagi&lt;br /&gt;keseluruhan pulau menjadi 10 wilayah, masing-masing&lt;br /&gt;diserahkan pada 10 anak untuk menguasai, dan anak&lt;br /&gt;sulung ditunjuk sebagai penguasa tertinggi. Karena&lt;br /&gt;anak sulung lelaki ini bernama Atlan, oleh karenanya&lt;br /&gt;menyebut nama negeri tersebut sebagai kerajaan&lt;br /&gt;"Atlantis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah&lt;br /&gt;Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias.&lt;br /&gt;Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga&lt;br /&gt;kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.&lt;br /&gt;Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang&lt;br /&gt;lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari&lt;br /&gt;seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM).&lt;br /&gt;Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7&lt;br /&gt;mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon&lt;br /&gt;berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur&lt;br /&gt;mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog,&lt;br /&gt;secara garis besar seperti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik&lt;br /&gt;arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga&lt;br /&gt;dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan&lt;br /&gt;emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana&lt;br /&gt;dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding&lt;br /&gt;perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas,&lt;br /&gt;cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan&lt;br /&gt;peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan&lt;br /&gt;kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada&lt;br /&gt;benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya&lt;br /&gt;tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai&lt;br /&gt;daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,&lt;br /&gt;tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya,&lt;br /&gt;juga hilang dalam ingatan orang-orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan Arkeolog&lt;br /&gt;Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya&lt;br /&gt;kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang&lt;br /&gt;silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan&lt;br /&gt;kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama&lt;br /&gt;sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke&lt;br /&gt;Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat&lt;br /&gt;waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika&lt;br /&gt;membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga&lt;br /&gt;menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh&lt;br /&gt;lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar&lt;br /&gt;nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah&lt;br /&gt;menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan&lt;br /&gt;Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang&lt;br /&gt;menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini.&lt;br /&gt;Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda&lt;br /&gt;yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di&lt;br /&gt;kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan&lt;br /&gt;Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban&lt;br /&gt;yang menggemparkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar&lt;br /&gt;Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang&lt;br /&gt;dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang&lt;br /&gt;hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam&lt;br /&gt;perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada&lt;br /&gt;yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan&lt;br /&gt;besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke&lt;br /&gt;bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar&lt;br /&gt;membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah&lt;br /&gt;sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan&lt;br /&gt;batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu&lt;br /&gt;dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat&lt;br /&gt;rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan&lt;br /&gt;posnya kerajaan Atlantis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun '70-an, sekelompok peneliti telah tiba di&lt;br /&gt;sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka&lt;br /&gt;telah mengambil inti karang dengan mengebor pada&lt;br /&gt;kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan&lt;br /&gt;ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan&lt;br /&gt;pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas&lt;br /&gt;dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti&lt;br /&gt;yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat&lt;br /&gt;tenggelamnya kerajaan Atlantis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet&lt;br /&gt;telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan&lt;br /&gt;membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia!&lt;br /&gt;Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan&lt;br /&gt;peranti instrumen yang sangat canggih menemukan&lt;br /&gt;piramida di dasar laut "segitiga maut" laut Bermuda.&lt;br /&gt;Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang&lt;br /&gt;lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan&lt;br /&gt;samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar&lt;br /&gt;dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida&lt;br /&gt;terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan&lt;br /&gt;yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang&lt;br /&gt;Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan&lt;br /&gt;Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban&lt;br /&gt;piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat&lt;br /&gt;piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari&lt;br /&gt;kerajaan Atlantis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota&lt;br /&gt;kuno di bawah areal laut "segitiga maut". Pada foto&lt;br /&gt;yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan&lt;br /&gt;besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah&lt;br /&gt;beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil,&lt;br /&gt;bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan: "Mutlak&lt;br /&gt;percaya, yang kami temukan adalah Benua Atlantik! Sama&lt;br /&gt;persis seperti yang dilukiskan Plato!" Benarkah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga&lt;br /&gt;Bermuda, berhasil diselidiki dari atas permukaan laut&lt;br /&gt;dengan menggunakan instrumen canggih, hingga kini&lt;br /&gt;belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan apakah&lt;br /&gt;sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga&lt;br /&gt;manusia, sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah&lt;br /&gt;air yang berbentuk limas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang&lt;br /&gt;diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat&lt;br /&gt;membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan&lt;br /&gt;Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke&lt;br /&gt;dasar samudera jalan batu di dasar lautan Atlantik&lt;br /&gt;Pulau Bimini, mengambil sampel "jalan batu" dan&lt;br /&gt;dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa.&lt;br /&gt;Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya&lt;br /&gt;belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat&lt;br /&gt;oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya tidak&lt;br /&gt;kurang dari 10.000 tahun. Mengenai foto yang&lt;br /&gt;ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun&lt;br /&gt;tidak dapat membuktikan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh&lt;br /&gt;adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar&lt;br /&gt;laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik&lt;br /&gt;pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis&lt;br /&gt;memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di&lt;br /&gt;dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan&lt;br /&gt;bekas-bekasnya. Hingga hari ini, kerajaan Atlantis&lt;br /&gt;tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Buku Himpunan Inspirasi Peradaban Prasejarah)&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3729607006258664080-134055458478996741?l=ibeyseptian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/feeds/134055458478996741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/melacak-peradaban-atlantis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/134055458478996741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/134055458478996741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/melacak-peradaban-atlantis.html' title='Melacak Peradaban Atlantis'/><author><name>Mc. Ekballl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04051344263331539968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_DXppr1tDD4s/SXAmvEe1yTI/AAAAAAAAAAM/yzj-WDnkCYU/S220/1139595073_picsSasuke.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3729607006258664080.post-1761506879687848460</id><published>2009-01-17T00:10:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T00:15:13.961-08:00</updated><title type='text'>Korelasi Islam dan Radikalisme</title><content type='html'>ISLAM dalam sepanjang sejarah mengalami masa silih berganti. Pada awal pertumbuhannya, Islam adalah sebuah ajaran yang masih murni dihayati sebagai keyakinan terhadap ketauhidan atau monoteisme. Keyakinan akan keesaan Tuhan Sang Pencipta diterjemahkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak mengagungkan apa pun di dunia ini kecuali kepada Allah Sang Mahaesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu kemudian dikenal sebagai generasi Salaf, Tabi’in dan Tabi’it. Sebuah lingkungan masa yang dipastikan sebagai kesempurnaan generasi muslimin dalam menghayati dan mengaplikasikan ajaran Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang tercatat dalam sejarah Islam, agama ini sebuah kesatuan ajaran tentang nilai kemanusiaan dan keharusannya. Muhammad SAW mengajarkan bagaimana seseorang harus hidup di dalam lingkungan sosial yang luas. Beliau juga mengajarkan bagaimana berniaga yang adil atau meratakan sebuah kepentingan ekonomi bersama. Rasul Allah ini secara umum mengajarkan - apa yang kita sebut sebagai politik. Di dalamnya tentu saja memuat tentang hukum, ekonomi dan norma sosial. Seluruh ajaran ini bukan saja merupakan kegiatan yang terputus pada soal dunia saja, tetapi meliputi konsekuensi horizontal maupun vertikal atau berimplikasi ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seluruh kegiatan ini melahirkan sanksi dan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah ajaran (secara umum) politis, penguasa tunggalnya adalah Allah Yang Maha Penguasa, seperti tertulis di dalam Alquran, “Kerajaan langit dan bumi adalah milik Allah, dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan. (QS Al-Hadid: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam di masa Muhammad pun berkembang ke seluruh dunia dengan cara damai maupun perang dalam rangka menyeru kalimat La illahaillallah. Sejarah dunia pun mencatat kekuasaan Islam mencapai hampir seperempat dunia, hingga kekhalifahan di Turki abad 20.&lt;br /&gt;Di dalam masa kehidupan yang mutakhir, Islam adalah sebuah ajaran yang tereduksi sedemikian rupa. Islam berkembang menurut konteksnya dan bukan teksnya. Ia tumbuh dan terbelah seperti halnya sel-sel jamur. Pada setiap belahan hidup dan berkembang menurut apa yang diyakini dan ditafsirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini pun sebenarnya telah diprediksi oleh Muhammad SAW di dalam hadisnya, “Umat Yahudi akan terpecah menjadi 71 golongan, semua masuk neraka kecuali satu. Umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, semua masuk neraka kecuali satu. Dan demi jiwaku yang ada di dalam genggaman-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semua masuk neraka kecuali satu golongan, yaitu Al-jama’ah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seorang sahabat bertanya, siapa Al-jama’ah itu? Muhammad SAW pun kemudian menerangkan bahwa mereka adalah segolongan umat yang teguh mengikuti jalannya (sunah) dan jalan para sahabatnya. (Ash-Shahihah, 1492). Radikalisme atau fundamentalisme sebenarnya tidak ada di dalam terminologi Islam, khususnya pada kamus sekte di tubuh Islam. Istilah ini dikenalkan dan dikembangkan oleh Barat untuk menyebut kelompok Islam murni.&lt;br /&gt;Kelompok ini disinyalir telah melakukan berbagai aksi kekerasan atau teror terhadap masyarakat Barat. Aksi itu muncul setelah kaum Yahudi yang didukung oleh Barat mendirikan negara di tanah bangsa Palestina sejak tahun 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi-aksi tersebut oleh sebagian masyarakat dunia (Timur) diyakini bertujuan untuk mencoba menghancurkan hegemoni Barat terhadap dunia muslim. Barat meyakini aksi mereka bertujuan penyebaran “kejahatan” di muka bumi. Dua keyakinan itu, merupakan dua hal yang sama-sama sahnya.&lt;br /&gt;Terlepas dari kenyataan di atas, pertanyaan seharusnya diajukan: Apakah Islam membenarkan kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh Islam kita menyitir kalimat ini,”Islam adalah rahmat bagi semesta alam” atau Islam memayungi seluruh alam beserta isinya sebagai sebuah apologis terhadap tudingan kalangan Barat. Lantas mereka pun secara aktif melakukan kampanye perdamaian. Kalimat rahmat bagi semesta alam bukan merupakan jargon semata, karena sesungguhnya kalimat itu adalah substansi dari Islam itu sendiri. Namun demikian, aksi terorisme yang dituduhkan Barat kepada kaum muslimin begitu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stigma buruk pun kemudian diyakinkan oleh masyarakat dunia terhadap kaum muslimin. Lalu, bagaimanakah sebenarnya kedudukan kekerasan di dalam Islam atau benarkah Islam merestui adanya kekerasan? Jawabannya adalah ya dan tidak. Islam seperti halnya yang dipahami di atas adalah sebuah ajaran tentang keyakinan di mana segala perilaku sosial-politik beranjak dari hukum Tuhan (Nomokrasi). Kekerasan ada dan diatur di dalam bab-bab Jihad dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Firman Allah dalam Alquran, “Diwajibkan bagi kamu berperang, sedangkan (perang) itu adalah kebencian kalian, dan kiranya kalian membenci sesuatu, sedangkan ia baik bagi kamu, dan sekiranya kalian menyukai sesuatu, sedangkan ia buruk bagi kalian. Dan Allah mengetahui akan sesuatu, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.” (QS Al Baqoroh: 216).&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita memahami kekerasan di dalam Islam dibolehkan, tetapi dengan syarat tentu saja haruslah berada pada wi layah perang yang terbuka.Islam tentu saja tidak merestui penyerangan terhadap masyarakat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah peperangan, apa pun bentuknya, masyarakat muslim terikat kaidah atau norma-norma agamanya. Bahkan Abu Bakar Ash-shidiq RA, dalam pidato pelepasan pasukannya, membekali umat Islam dengan larangan membunuh: pohon-pohon, anak-anak, wanita, orang tua, para pendeta dan melarang menghancurkan gedung-gedung atau gereja.&lt;br /&gt;Di dalam konteks amar ma’ruf nahi munkar, kekerasan di dalam Islam pun dianjurkan, seperti halnya yang telah dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI), meskipun dengan batas-batas tertentu pula dalam rangka taat kepada Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Alquran, “Dan hendaklah di antara kalian suatu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat ma’ruf dan melarang berbuat munkar”. (QS Ali Imron: 104), kemudian Muhammad SAW pun memerintahkan, “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya (kekuatan), kalau tidak dapat dengan lidahnya, kalau tidak dapat juga dengan hatinya, itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Bukhary dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul Allah itu pun memperingatkan, “Tidak ada suatu kaum yang di tengah-tengah mereka dilakukan maksiat kemudian mereka mampu mengubahnya melainkan Allah akan menyegerakan untuk meratakan siksaan-Nya kepada mereka.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Sebagai sebuah catatan akhir, saya tidak membuat kesimpulan, tetapi menarik untuk mengutip apa yang pernah dikatakan oleh penyair besar Jerman Goethe dan sejarawan Inggris Thomas Carlyle di dalam bukunya On Heroes, Hero-worship and Heroic in History, dan pada ceramahnya The Hero is Prophet, Mahomed, Islam (Jurnal UQ, Risalah: Ensiklopedi Alquran):&lt;br /&gt;Betapa aneh, bahwa dalam kasus khusus seseorang memuji jalannya sendiri!&lt;br /&gt;Pabila Islam berarti “pasrah kepada kehendak Tuhan”, maka hanya dalam Islam kita semua akan hidup dan mati.&lt;br /&gt;…..demikianlah pada halnya ‘islam’. Bahwa kita mesti menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Bahwa seluruh kekuatan kita terletak pada penyerahan diri yang menyeluruh kepada-Nya, apa pun tindakan-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kehidupan di dunia ini atau untuk kehidupan yang lain nanti! Apa pun yang diturunkan kepada kita, apakah itu kematian atau lebih buruk lagi dari itu, akan baik dan terbaik; kita menyerahkan diri kepada Tuhan. Apabila ini ‘Islam’, kata Goethe, “apakah kita semua tidak hidup dalam Islam?”. Ya, semua kita yang memiliki suatu kehidupan moral, akan hidup secara demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3729607006258664080-1761506879687848460?l=ibeyseptian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/feeds/1761506879687848460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/islam-dalam-sepanjang-sejarah-mengalami.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/1761506879687848460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/1761506879687848460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/islam-dalam-sepanjang-sejarah-mengalami.html' title='Korelasi Islam dan Radikalisme'/><author><name>Mc. Ekballl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04051344263331539968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_DXppr1tDD4s/SXAmvEe1yTI/AAAAAAAAAAM/yzj-WDnkCYU/S220/1139595073_picsSasuke.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3729607006258664080.post-6800941627986843831</id><published>2009-01-16T23:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:07:57.215-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Cerita Sejarah Islam&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-147.html"&gt;Serangan-Serangan Timur Lenk (Masa Kemunduran)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-153.html"&gt;Perang Salib (Masa Disintegrasi)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-159.html"&gt;Perkembangan Islam di Spanyol&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-149.html"&gt;Khilafah Bani Abbas (Masa Kemajuan Islam)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/10/1/pustaka-150.html"&gt;Khilafah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3729607006258664080-6800941627986843831?l=ibeyseptian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/feeds/6800941627986843831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/cerita-sejarah-islam-serangan-serangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/6800941627986843831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/6800941627986843831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/cerita-sejarah-islam-serangan-serangan.html' title=''/><author><name>Mc. Ekballl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04051344263331539968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_DXppr1tDD4s/SXAmvEe1yTI/AAAAAAAAAAM/yzj-WDnkCYU/S220/1139595073_picsSasuke.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3729607006258664080.post-7633964752633610561</id><published>2009-01-15T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T23:52:10.745-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Tanpa Kekerasan</title><content type='html'>Direktur Program Center for Moderate Muslim (CMM) dan&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia&lt;br /&gt;Transisi politik yang dialami Indonesia dewasa ini dilematis. Di satu sisi, ada keinginan untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik dalam koridor demokrasi, akan tetapi di sisi lain, pelbagai prakondisi untuk mewujudkan tatanan politik baru tersebut belum dipunyai sepenuhnya. Akibatnya muncul pelbagai konflik, anarki, separatisme, dan terorisme.  &lt;p&gt;Keadaan politik yang dialami Indonesia dewasa ini jamak terjadi di negara-negara multikultur lain yang sedang mengalami transisi. Ilmuwan politik Jack Snyder (2003) mengambil contoh negara Burundi. Pada 1993 IMF dan Bank Dunia, memaksa para pemimpin negara di Afrika Tengah itu melaksanakan pemilu yang “demokratis” (luber dan jurdil), tetapi hanya dalam setahun sekitar 50.000 warga suku Hutu dan Tutsi terbunuh dalam kerusuhan SARA di sana.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Burundi agaknya sebanding dengan kejadian di Indonesia sejak reformasi yang diwarnai berbagai konflik sosial bernuansa SARA, mulai dari Ambon, Maluku Utara, Poso, Palangkaraya, Sambas, Sampit dan beberapa tempat lain yang telah memakan ribuan korban jiwa dan dampak kemanusiaan lainnya. Bahkan di daerah-daerah seperti Poso, Palu dan Ambon, pelbagai bentuk kekerasan masih kerap muncul hingga kini. Di samping itu, gejolak separatisme juga masih menggumpal di beberapa daerah, seperti Papua.&lt;br /&gt;Padahal pemilu demokratis sudah dilaksanakan tahun 1999 dan 2004. Perkembangan tersebut tentu amat memprihatinkan. Konflik dan kekerasan seakan “mengabsahkan” sesama anak bangsa saling menebarkan amarah dan membunuh tanpa tujuan yang jelas. Sedangkan gerakan separatisme jelas menantang keberlakuan nasionalisme Indonesia.&lt;br /&gt;Tentu banyak juga transisi menuju demokrasi yang berhasil tanpa memicu konflik SARA dan separatisme untuk dijadikan cermin bagi kita. Proses transisi dari rezim otoriter ke demokrasi di beberapa negara Amerika Latin tidak menyebabkan disintegrasi nasional. (O’Donnell et.al, 1991). Karena itu, memahami dinamika politik dan syarat-syarat penting yang memungkinkan masa transisi berhasil seperti itu, mesti menjadi referensi dalam merancang kebijakan menuju demokrasi yang lebih mapan di tanah air agar terhindar dari anarki dan ancaman disintegrasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Spiral Kekerasan&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara yang tak putus dirundung kekerasan. Belum selesai ancaman separatisme, konflik sosial, maupun anarki politik dalam rangkaian pemilihan nasional dan lokal, muncul pula masalah terorisme sebagai masalah komtemporer lain yang tak kalah rumit dan merusak perkembangan demokrasi di Tanah Air.&lt;br /&gt;Kekerasan dalam bentuk teror telah menjadi fenomena mondial sejak aksi pengeboman yang meluluhlantakkan gedung World Trade Center di New York dan merusak gedung Pentagon di Washington, 11 September 2001. Aksi teror itu membelalakkan mata dunia, bukan hanya karena menewaskan ribuan orang, tetapi juga lantaran fakta: para teroris telah berhasil menabrak jantung ekonomi dan markas politik-pertahanan “Polisi Dunia”. Sejak saat itulah, dunia tak pernah luput dari aksi terorisme mulai dari Irak, Kairo, Madrid, Australia, London, sampai Indonesia.&lt;br /&gt;Sekalipun disebut-sebut sebagai fenomena global, akan tetapi terorisme yang berlangsung di Indonesia merupakan gejala yang berlapis-lapis. Terorisme di negeri bukanlah gejala monolitis. Motivasinya tidak hanya ideologis, tetapi juga bercampur dengan pemahaman yang “keliru” terhadap ajaran, keyakinan dan agama. Di sisi lain, terorisme juga berhimpitan dengan fenomena konflik antar-suku, agama, dan antar golongan (SARA) tertentu.&lt;br /&gt;Konflik SARA di Poso, Ambon, dan Palu tak hanya dipahami sebagai konflik horizontal antara dua kelompok agama, tetapi juga bisa dipahami sebagai aksi teror antar kelompok sosial. Konflik itu dimungkinkan karena lemahnya penegakan hukum dan wibawa aparat negara. Alih-alih menegakkan hukum dan menjadi mediator konflik, aparat keamanan justru malah terjebak dalam spiral kekerasan. Kerap terjadi baku tembak antara sesama aparat seperti terjadi di Ambon, Sulawesi Tengah dan Medan.&lt;br /&gt;Terorisme di Tanah Air makin meningkat sejak aksi bom di Bali, 12 Oktober 2002, yang menewaskan ratusan jiwa—kebanyakan warga negara asing. Sejak saat itu, Indonesia dicap sebagai salah satu sarang terorisme. Sebelumnya, Pemerintah dan berbagai kalangan di tanah air selalu menyanggah sinyalemen tersebut, akan tetapi sejak teror Bali 2002, identifikasi wilayah Indonesia sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional, makin sulit dibantah. Rentetan bom di Jakarta dan beberapa kota lain, termasuk Bom Bali Jilid II 2005, menjadi penguat sinyalemen Indonesia sebagai surga bagi para teroris.&lt;br /&gt;Banyak analisis coba mengurai akar permasalahan terorisme di Nusantara. Mulai dari soal pemahaman yang “kaku” terhadap agama, penegakan hukum yang buruk, pemerintahan yang lemah, sampai pada persoalan sosial ekonomi yang tak putus dililit krisis. Keempat persoalan tersebut jelas bersifat laten, bahkan terkait erat satu sama lain. Jika dicermati, persoalan pertama sebenarnya bisa diatasi agar tidak berubah menjadi anarki asal ada penegakan hukum yang adil dan, di atas itu, posisi negara yang kuat untuk mewujudkan program-program pemberdayaan rakyat.&lt;br /&gt;Francis Fukuyuma mengatakan, sejak demokrasi liberal menyebar secara agresif dalam satu dekade terakhir, banyak negara mengalami proses pelemahan Bisa ditambahkan, proses pelemahan negara yang terjadi di Indonesia dalam satu dekade terakhir lebih krusial karena terjadi bersamaan dengan ketidakpastian pasca-perubahan politik dari era otoriter ke era reformasi. Kondisi uncertainty inilah yang memberikan ruang bagi aksi-aksi kekerasan dan pemaksaan kehendak tadi.&lt;br /&gt;Gejala disparitas sosial ekonomi juga menjadi penyebab laten terorisme. Pelaku aksi teror sebagian berasal dari kalangan yang termarginalkan secara ekonomi. Ketika mereka yang termarginalkan ini memahami ideologi tertentu secara “parsial” maka yang berkembang adalah spiral kekerasan. Ideologi menjadi “sandaran” (justifikasi) untuk menumpahkan kekecewaan dan teror.&lt;br /&gt;Demikianlah, kehendak melaksanakan demokrasi secara damai dewasa ini tak berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang menopang transisi. Alih-alih melaksanakan demokratisasi untuk menggapai tujuan nasional dan kehendak-kehendak rakyat, ternyata yang terjadi justru eskalasi konflik, kekerasan dan terorisme di mana-mana. Demokrasi lantas disalahkan. Ditambah frustrasi sosial akibat memburuknya kehidupan ekonomi, sosial dan politik di bawah pemerintahan transisi, akhirnya membentuk opini mencengangkan: masa lalu lebih baik daripada masa kini!.&lt;br /&gt;Padahal demokrasi dan demokratisasi tak bisa dipojokkan sebagai “biang keladi” krisis ekonomi, kamelut politik, ancaman disintegrasi, maupun terorisme. Hiruk-pikuk politik pasca Orde Baru memang bagian proses demokratisasi, tetapi krisis-krisis yang kini membuat rakyat frustrasi adalah mata rantai dari praktik korup pemerintahan masa lalu. Karena itu, demokratisasi tanpa pemahaman yang realistis mengenai seluk-beluk politik masa transisi, terutama di negara yang rentan perpecahan sosial dan aksi terorisme justru menimbulkan paradoks yang sulit dimengerti.&lt;br /&gt;Di negara multikultural dengan geografi yang terbentang luas, anarki yang menyertai konflik sosial, separatisme dan terorisme tidak hanya menganggu proses demokratisasi, tetapi juga merusak sendi-sendi negara nasional. Celakanya, untuk konteks Indonesia, ada indikasi konflik, kekerasan dan terorisme yang muncul adalah suatu konflik yang “terorganisasi” dan diabsahkan oleh pemahaman secara monolitik atas ajaran agama dan ideologi tertentu.&lt;br /&gt;Dalam konteks demokratisasi sekarang ini, suatu negeri dikatakan memiliki peradaban yang madani jika terdapat lembaga perwakilan yang kuat dan elite politik yang apresiatif terhadap demokrasi. Suatu bangsa jatuh pada sentimen sempit jika tidak ada lembaga perwakilan yang kuat dan elite politiknya tidak demokratis, yakni elit yang hanya membela kepentingan sempit.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kecenderungan yang berkembang di Indonesia bersifat kompleks. Selama enam tahun terakhir kelihatan tidak ada lembaga perwakilan yang efektif, sedangkan elit politik cenderung tidak apresiatif bahkan antidemokrasi. Kalau pun ada segelintir elite berkeinginan melaksanakan demokrasi, tetapi lembaga demokrasi yang ada kurang menunjang. Bahkan akhir-akhir ini, banyak elite cenderung berlaku tidak demokratis, memperjuangkan kepentingan-kepentingan politik sempit (kadang-kadang atas nama mayoritas) dalam lembaga-lembaga yang tak memadai seperti DPR dan DPRD. Kebebasan berpendapat dan kebijakan desentralisasi lalu menjadi momentum untuk menebarkan sentimen-sentimen primordial yang bisa berujung pada kekerasan dan anarki. Sejatinya, demokratisasi berjalan tanpa kekerasan. Semua pihak perlu introspeksi diri dan berbenah menuju bangsa yang beradab.&lt;br /&gt;Wallahualambishawab.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://dana-green.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;18 Cara Mempercepat Windows XP&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;a href="http://www.squidoo.com/cara-membuat-blog"&gt;Cara membuat Blog&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://118.98.171.131/webs/websites/Ilmu%20Komputer/ilmukomputer.com/2007/03/14/mudah-dan-cepat-menguasai/index.html"&gt;Cara Mudah dan Cepat Menguasai OpenOffice.org Writer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.java.com/en/download/openoffice.jsp"&gt;Download OpenOffice.org&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3729607006258664080-7633964752633610561?l=ibeyseptian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/feeds/7633964752633610561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/demokrasi-tanpa-kekerasan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/7633964752633610561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3729607006258664080/posts/default/7633964752633610561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibeyseptian.blogspot.com/2009/01/demokrasi-tanpa-kekerasan.html' title='Demokrasi Tanpa Kekerasan'/><author><name>Mc. Ekballl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04051344263331539968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_DXppr1tDD4s/SXAmvEe1yTI/AAAAAAAAAAM/yzj-WDnkCYU/S220/1139595073_picsSasuke.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
